Studi : Teori Dasar Negara

Oleh : Muhammad hardin
Abstak
“…… Manusia membutuhkan pergaulan, pergaulan menimbulkan masyarakat, dan masyarakat memerlukan adanya Negara yang mengatur masyarakat itu.”
Ibnu kaldun
PENAHULUAN
Sejak dulu manusia sering disebut sebagai mahkluk yang hidup berkongsi atau berkelompok (Mahkluk social). Kongsi yang primer adalah keluarga dan suku. Kongsi tersebut memahami dalam dua dimensi. Satu dimensi yaitu kekinian atau kehidupan yang sekarang dimana dia setiap harinya harus mempertahankan dan menjamin kehidupannya. Hidup bersama dalam dan dengan alam sekitar maupun tetanggganya. Dimensi yang kedua yaitu menyeberang atau berada diluar kekinian atau kehidupan yang sekarang dan mengaitkannya dengan asal-muasalnya sekaligus juga dengan kehidupan di masa depani. Sehingga dari dua dimensi tersebut ada titik penghubung sebagai garis melingkar antara masa lampau, sekarang dan mendatang. Begerak dalam garis yang melingkar bukan saja dengan lawan seorang diri melainkan disitu ia terkait dengan sesama kerabatnya diruangannya yang melintas garis yang sama. Jadi manusia berada dalam sebuah paguyuban dan berinteraksi dalam sebuah kelompok/ masyarakat.
Dari interaksi individu dengan individu lain dalam menyempurnakan segala kebutuhan hidupnya, maka bertambah besar kebutuhan tersebut dan juga bertambah besar pula kebutuhan terhadap kelompok yang lebih besar sehingga dapat melindungi dan memelihara keselamatan hidupnya. Jika masyarakat itu teratur karena cita-cita yang sama maka timbullah perasaan senasib dan seperjuangan sehingga disebut “ natie ” atau bangsa. Didalam bangsa inilah terdapat persamaan-persamaan yang akan dijunjung tinggi dengan kesepakatan-keepakatan bersama dalam hal menjamin dan mempertahankannya.
Selanjutnya masyarakat yang sudah teratur dan mencpai tahap kesempunaan, yaitu anggota-anggota masyarakat menundukkan dirinya bersama-sama dengan jalan mufakat terlebih dahulu atau tidak,kepada suatu pemerintahan yang kekuasaannya dipegang oleh seorang pemimpin atau kepala Negara yang mereka akui bersama-sama, dengan batas-batas tertentu. Inilah yang dinamakan dengan” staat ” dalam bahasa Indonesia disebut “Negara” bahasa arobnya “Daulah”.
Dengan proses tumbuhnya Negara sebagai mana diatas, sehingga mencapai bentuk yang sempurna dapatlah diambil kesimpulan awal bahwasanya Negara adalah suatu organisme yang hidup dan tumbuh yang mesti mengalami peristiwa dalam perjalan tiap menata kesempurnaannya.

Tidak mudah mencari dan menentukan definisi Negara yang disepakati oleh semua orang, karena definisi tentang Negara berjumlah hampir sebanyak para pemikirnya. dan dipikirkan orang sejak lama. Dan disini harus kita ketahui bahwa pemikiran Negara tidak bersamaan dengan adanya Negara . sebelum ada pemikiran tentang Negara, Negara telah ada, kita ingat Negara-negara : Babylonia, Mesir dan Assyria. Negara-negara ini adanya sekitar abad ke XVIII sebelum masehi, dengan system pemerintahannya yang bersifat absoluteii. Dan dibawah ini teori-teori tentang Negara :

 
A.Teori pada zaman Yunani kuno (Socrates, plato, Aristoteles, Epicurus, Zeno)
1.Socrates (meninggal pada tahun 399 SM)
Socrates merupakan pemikir pertama tentang kenegaraan yang berpandangan bahwa Negara bukanlah semata-mata merupakan keharusan yang bersifat obyektif, yang asal mulanya terpangkal pada pekerti manusia. Sedangka tugas Negara adalah menciptakan hokum, yang harus dilakukan oleh pemimpin, atau penguasa yang dipilih secara seksama oleh rakyat. Darisini tersimpan pemikiran demokratis Socrates, sehingga dia meninggal karena dipaksa minum racun karena pikirannya dianggap merusak alam pikiran pada saat itu. Socrates hidup terus dalam alam pikiran tentang Negara dan Hukum adalah berkat muridnya yang termashur yaitu Plato.iii
2.Plato (429-347 SM)
Plato adalah murid terbesar Socrates. Pemikirannya tentang Negara, menurutnya Negara merupakan persekutuan hidup, “ didalam sebuah Negara kamu semua bersaudara, you are all brother in the city” Negara terbentuk karena kita tidak sanggup mandiri, kita membutuhkan banyak hal, “A city comes into being because each of us is not self-sufficient but needs many thing”iv
3.Aristoteles (384-322 SM)
Aristoteles adalah murid terbesar dari Plato. dalam pemikirannya sangat berbeda dengan Plato yang bersifat idealis kemudian dari gaya berfikir itulah Aristoteles menemukan pemikirannya yang sifat Realis.
Sehingga pemikirannya tentang Negara berpandangan bahwa Negara adalah satu kesatuan, yang tujuannya untuk mencapai kebaikan yang tertinggi.v

B.Teori pada zaman Romawi kuno

Pada zaman romawi kuno pemikiran tentang Negara tidak berkembang pesat disebabkan bangsa Romawi adalah bangsa yang menitik beratkan praktis daripada berpikir teoritis. Tokoh-tokoh Polybius, Cicero dan Seneca . Polybius dengan teorinya Cyclus teori, menurutnya Negara merupakan bentuk akibat dari Negara-negara sebelumnya dan hanya saja Negara berikutnya merubah dalam perbaikan atau hanya menyemprnakan saja.

C.TEORI ABAD PERTENGAHAN
Jaman abad pertengahain ini umurnya agak panjang, yaitu dimulai dari abad ke V –ke XV dan dimulai pada saat jatuhnya Imperium Romawi, sejarah pemikiran Negara memasuki jaman baru. Jaman ini bersamaan dengan berkemmbangnya agama Kristen, dan dijaman ini pula berkembang dalam dua periode yaitu:
a.Jaman abad pertengahan sebelum perang salib, dari abad ke V sampai abad ke XII. Ajaran yang berkembang disini bersifat teokrasi mutlak, artinya mendasarkan ajarannya itu kepada kekuasaan dan keagungan tuhan. Dengan tokohnya yaitu:
1.Agustinus (354- 430)
Agustinus asalah seorang Kristen , dalam bukunya yang bernama De Civita te Dei, tentang Negara Tuhan yang ajarannya bersifat teokratis, dikatakan bahwa kedudukan gereja yang dipimpin oleh Pau situ lebih tinggi daripada kedudukan Negara yang dipimpin oleh raja.
2.Thomas Aquinas (1225-1274)
Pemikiran Thomas Aquinas banyak ditemukan dalam bukunya De Regimine Principum atau pemerintahan raja-raja, dan juga di buku yang lain Summa Teologica atau pelajaran tentang ketuhanan, menurutnya kedudukan Negara yang dipimpin oleh raja sama kedudukannya dengan organisasi gereja yang dipimpin oleh Paus. Pemikiran dari Thomas Aquinas sangat dipengaruhi oleh alam Yunani yaitu Aristoteles. Dan Thomas Aquinas berpendapat ada tiga kemungkinan bentuk daripada pemerintahan dari suatu Negara, pertama pemerintahan oleh satu orang(Monerki) lawannya Tyrani, kedua Pemerintahan oleh beberapa orang (Aristokrasi) lawannya Oligarki, ketiga pemerintahan oleh seluruh rakyat (Republic Konstitusionil) lawan dari Demokrasi.
b.Jaman abad pertengahan sesudah perang salib, dari abad ke XII sampai abad ke XV. Ajaran yang berkembang disini bersifat kritis menjadi teokratis kritis. Ini dipengaruhi oleh ajaran Yunani kuno terutama ajaran Aristoteles padawaktu terjadinya perang salib.

D.Teori zaman Renaissance (abad ke XVI)
Jaman renaissance terjadi perubahan-perubahan besar terutama dibidang ilmu pengetahuan, terutama dalam ilmu kenegaraan. Hal ini dikarenakan faham-faham kenegaraan yang berkembang pada saat itu seperti Yunani kuno(budaya Yunani yang lebih mengedepankan rasio) dan jerman kuno(system feudal) sehingga berimbas pada faham keagamaan pada waktu itu, seperti Dante, Luther, Melanchton, Zwingli, Calvijn. Akan tetapi disini tidak akan dikupas pada persoalan tersebut, karena kita harus membatasi pada ranah kenegaraan saja separti
1.Niccolo Machiavelli (1469-1527)
Ia berpandangan bahawa Negara dalah cara meraih kekuasaan dan menjalankan kekuasaan itu. Dia menolak ajaran moralitas, agama dan kebudayaan kerena akan melemahkan raja dalam memerintah negara. Pemerintah dalam menjalankan kekuasaan harus bersifat srigala dan singa. Keduanya akan menghancurkan segala bentuk musuh Negara, Penguasa harus licik, bila perlu ia boleh ingkar janji untuk kepentingan negaravi

2.Thomas Morus (1478-1535)
Dalam bukunya De OPtimo rei pubilicae statu dequenova insula Utopia; ia mencoba menggambarkan Negara model yang tersusun dari pemerintahan yang lebih baik dan tentang pulau yang tidak dikenal, yang entah berantah, atau disebut dengan Utopia.
3.Jean Bodin (1530-1596)
Dalam bukunya Les Six Livres de la Republique, dia berpendapat sama halnya dengan Miccolo Machiavelli bahwasanya tujuan Negara itu adalah kekuasaan. Sedangkan Negara itu sendiri adalah keseluruhan dari keluarga-keluarga dengan segala miliknya, yang dipimpin oleh akal dari seorang penguasa yang berdaulat.
E.Kaum Monarkomaken (tokoh-tokohnya : Hotman, Brutus, Buchaman, Mariana, dan yang terpenting Althusius yang ajarannya akan kita perbincangakan sebagai wakil dari kaum Monarkomaken ini.
F.Jaman perkembangan teori hokum Alam
Jaman perkembangan teori hokum ala mini terjadi pada dua abad yaitu abad ke XVII dan ke XVII, meskipun dari keduanya sama dalam hal materi ajarannya akan tetapi ada perbedaan yang terletak pada abad ke XVII berfungsi menerangkan, dan abad ke XVIII berfungsi menilai. Adapun tokoh-tokohnya :
a.Teori hokum alam abad ke XVII
1.Grotius (Hugo de Groot)
Dalam bukunya Sejure Belli ac Pacis( hokum perang dan damai) Grotius disebut-sebut sebagai peletak dasar pertama daripada hokum alam modern, dalam ucapannya yang sangat lantang “ bahwa Tuhan sendiri tidak dapat mengadakan perubahan suatu apapun pada kebenaran, bahwasanya dua kali dua adalah empat”, sehingga dai pernyataan itulah yang bersifat umum. Sedangkan tentang kenegaraan ia mengatakan Negara terbentuk karena adanya perjanjian.
2.Thomas Hobbes
Ia berkata , bahwa Negara adalah suatu perhimpunan atau organisasi yang dibuat olh orang banyak untuk menciptakan kedamaian.viidan melihat manusia secara mekanistik semata.viii
3.Benedictus de Spinoza
Ia berpendapat bahawa kekuasaan Negara mutlak terhadap warga negaranya.
4.Jhon Locke
Hokum alam tetap memiliki dasar rasional dari perjanjian yang timbul dari hak-hak individu dari keadaan alamiah, sesingga nanti berkmbang bagai mana Negara melindungi hak-hak tersebut . selanjutnya berkembanglah teori pembagian kekuasaan yang merupakan perwakilan dari hak-hak tersebut yang akan di jabarkan oleh Montesquieu.
b.Teori Hukum Alam abad ke XVIII
1.Frederik Yang Agung
2.Montesquieu (pemisahan kekuasaan yang kita kenal dengan trias politikanya)
3.J.J Rousseau berpendapat bahwa raja itu berkuasa sebagai wakil dari rakyat(kedaulatan rakyat)
4.Immanuel kant mengatakan bahwa Negara sebuah keharusan adanya, karena Negara harus menjamin kepentingan umum didalam keadaan hokum.

G.Jaman berkembangnya teori kekuatan( kekuasaan)
Teori ini berkembang pada permualaan abad-abad modern, tokoh-tokohnya:
1.F. Oppenheimer
Dalam bukunya Die Sache mengataka bahwa Negara merupakan suatu alat dari golongan yang kuat untuk melaksanakan tertib masyarakat.
2.H.J. laski
Dalam bukunya The State in Theory and practice, juga pengantar ilmu politik mengatakan bahwa Negara merupakan suatu alat pemaksa.
3.Karl Mark
Negara sebagai alat kekuasaan bagi Negara untuk menindas kelas manusia.
H.Teori Positivisme
Teori ini sebagai reaksi dari teori taradisional (yang disebut diatas), sedangkan tokohnya adalah Hans Kelsen dalam teorinya tentang Negara adalah Negara bgai mana kita melihat Negara sekatrang. Tanpa menoleh kebelakang.

I.Teori modern
Teori ini sifatnya modern, karena sudah menyesuaikan dengan keadaan serta perkembangan ilmu pengetahuan modern. Sedangkan tokoh-tokohnya yang akan dibicarakan adalah
1.Prof. Mr. R. kranenburg, mengatakan bahwa Negara pada hakekatnya adalah suatu organisasi kekuasaan yang diciptakan oleh sekelompok manusia yang disebut dengan bangsa.
2.Prof. Dr. J.H.A. logemann, berpendapat bahwa Negara adalah suatu organisasi yang meliputi atau menyatukan kelompok manusia yang kemudian disebut bangsa.

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

  • hardinle  On Februari 14, 2011 at 12:44 pm

    Tulisan ini merupakan resume dari seminar politik dan beberapa Diskusi penulis yang dilalui.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: